Manajemen Perjalanan berasal dari bahasa Inggris yaitu menez artinya perencanaan, jd dapat di
simpulkan bahwa Manajemen Perjalanan adalah persiapan atau perencanaan
sebelum melakukan pendakian di petualangan di alam bebas, karena kalau
manajemen kita tidak sempurna maka perjalanan kita nantinya mengalami banyak
masalah karena bahaya-bahaya tidak akan pernah lepas dari diri kita sendiri,
jadi sebelum melakukan pendakian kita harus betul-betul mengetahui apa itu
manajemen perjalanan.
Dalam mempersiapkan segala sesuatunya sebelum
melaksanakan kegiatan di alam terbuka maka yang perluh diperhatikan adalah
rumus 4 W + 1 H :
Where (dimana) : lokasi atau tempat pelaksanaan
kegiatan
Who (siap : pelaksana kegiatan
When (kapan) : waktu pelaksanaan kegiatan
Why (mengapa) : harus melakukan pendakian gunung
tersebut
How (bagaimana) : prosses pelaksanaan kegiatan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam Manajemen
Perjalanan yang menjadi dasar dalam perencanaan perjalanan adalah :
1.Kenalilah setiap bagian dari wilayah serta medan
yang akan kita lalui. Panjang dari route dan bagian-bagian dari route tersebut,
bagaimana keadaan umumnya, apakah terdiri dari medan yang berbatu, rawa-rawa,
semak belukar, hutan rimba Forest atau padang rumput, dll. Kenali pula keadaan
iklimnya, temperatur siang hari dan malan hari, angin, hujan, senantiasa
berkabut, atau salju dll.
2.Perhatikan maksud dan tujuan perjalanan anda.
3.Apa program program kegiatan anda secara umum
dan macam kegiatan apa saja yang akan anda lakukan pada setiap bagian dari
route perjalanan anda.
4.Perhatikan lamanya waktu dari perjalanan anda,
juga waktu untuk setiap bagian dari route perjalanan.
5.kadang-kadang ada hal-hal khusus yang dibutuhkan
oleh orang-orang yang tertentu, misalnya pipa tembakau, atau hal lain yang
khas.
6.keterbatasan dari kita untuk membawa
barang-barang serta perlengkapan tadi sebagai beban.
Dari hal-hal diatas kita dapat mebuat
perhitungan-perhitungan, perencanaan untuk membawa, memilih atau bahkan
mendesain perlengkapan apa saja yang perlu dipakai dan dibawa sehingga
tujuan-tujuan terlaksanan dengan baik. Perlengkapan untuk suatu perjalanan
harus selengkap mungkin tetapi juga harus praktis dan seringan mungkin” Maximum
Utility in Minimum Weight”. Berat badan total sebaiknya tidak melebihi
sepertiga berat badan kita, maksimal 15-20 kg. Dan yang perlu pula diperhatikan
pertambahan berat beban akibat basah seandainya hujan dsb.
Dalam sebuah perjalanan kegiatan alam bebas ada dua faktor yang
mempengaruhi berhasil tidaknya perjalanan tersebut, yaitu:
- Faktor pertama sifatnya intern: artinya datang dari si pelaku perjalanan itu sendiri. Kalau faktor intern ini tidak dipersiapkan dengan baik, maka pelaku perjalanan terancam oleh bahaya subyek (subjective danger).
- Faktor kedua sifatnya ekstern : artinya datang dari luar pelaku perjalanan. Bahaya yang mengancam dari luar ini datang dari obyek perjalanan yang akan dihadapi, sehingga secara teknis disebut bahaya oyek (objective danger). Bahaya itu bisa berupa badai, hujan, udara dingin, kabut, longsoran, hutan lebat dan sebagainya.
I. RENCANA PERJALANAN
Dalam penyusunan rencana perjalanan harus diperhatikan beberapa hal penting yang mencakup:
1. Tempat Tujuan:
Mencari informasi tentang tujuan perjalanan merupakan tahap paling awal sebelum melakukan perjalanan. Informasi bisa kita dapat melalui literatur, media massa, penduduk setempat dan orang yang pernah melakukan perjalanan ke tempat tersebut. Adapun informasi yang perlu didapatkan adalah:
1. Rute-rute yang ada, dan mempertimbangkan rute mana yang akan dipilih.
2. Keadaan medan, struktur geologi serta hambatan-hambatan yang mungkin timbul, misalnya: air, gas racun, pasir apung dan lain-lain.
3. Keadaan flora dan fauna yang ada.
2. Waktu Perjalanan:
Memperkirakan waktu perjalanan perlu dilakukan. Ini terutama berguna untuk mempersiapkan makanan. Dan yang perlu diperhatikan lagi adalah keadaan musim dan cuaca pada saat itu.
3. Anggota/Peserta:
Selain memilih anggota dalam perjalanan, yang perlu diperhatikan juga adalah pembagian kerja tim dan sebuah kerjasama yang solid. Karena kerjasama yang baik merupakan faktor yang menentukan keberhasilan perjalanan tersebut.
II. PERSIAPAN PERJALANAN
1. Mental dan Fisik:
Kondisi mental yang baik mutlak diperlukan dalam sebuah perjalanan. Kondisi fisik harus sesuai dengan standar perjalanan yang dihadapi. Latihan-latihan fisik yang teratur adalah upaya yang paling tepat dalam rangka standarisasi sebuah perjalanan. Dan perlu diperhatikan juga adalah proses aklimatisasi (penyesuaian suhu tubuh terhadap lingkungan), karena seringkali sebuah perjalanan di alam terbuka akan berhadapan dengan suhu lingkungan yang ekstrim.
2. Pengetahuan dan Ketrampilan:
Setiap anggota tim harus menguasai pengetahuan dasar hidup di alam terbuka, antara lain navigasi, survival dan pertolongan pertama pada gawat darurat. Jika perjalanan yang dipilih adalah pendakian maka harus dikuasai pengetahuan mountaineering.
3. Administrasi:
Surat-menyurat yang diperlukan dalam perjalanan kegiatan alam bebas antara lain: 1. Surat pengantar dari lembaga terkait, misalnya surat tugas dari Dekanat atau Rektorat. 2. Surat ijin kegiatan (Kepolisian dan Sospol) 3. Surat ijin masuk kawasan.
4. Peralatan:
Persiapan perlengkapan merupakan awal perjalanan itu sendiri. Perlengkapan kegiatan alam bebas umumnya memang mahal, tetapi ini wajar karena perlengkapan itu adalah pelindung keselamatan. Alam terbuka merupakan lingkungan yang asing bagi organ tubuh kita. Karena itu diperlukan perlengkapan yang memadai agar mampu hidup di lingkungan yang baru.
5. Makanan:
Dua unsur gizi merupakan sumber tenaga paling utama adalah hidrat arang dan zat lemak. Hidrat arang memegang peranan penting, sebab jumlah tenaga yang dihasilkan pada waktu pembakaran tubuh per liter oksigen jauh lebih besar daripada jumlah tenaga yang dihasilkan dari pembakaran zat lemak, makanan itu misalnya:
dapat diperoleh antara lain dari beras, susu, gula-gula, coklat dan sebagainya.
Pembakaran lemak menjadi kalori juga berjalan lambat, sehingga ada baiknya memakan makanan yang mengandung banyak lemak pada pagi hari agar menghasilkan kalori ketika dibutuhkan di siang hari, makanan itu misalnya:
lemak daging, mentega, keju, kuning telur, kacang dan lain-lain.
Adapun protein, untuk pendaki gunung sebaiknya tidak disuguhkan dalam kadar yang tinggi. Protein yang berlebihan menyebabkan amonia dan asam amino banyak tertimbun di dalam darah sehingga cepat menimbulkan rasa lelah. Amonia dan asam amino yang berlebihan tadi menyebabkan banyak kencing, sehingga cairan banyak yang hilang. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi (kehilangan cairan pada sel-sel tubuh) dan lejar panas (heat exhaustion). Proses pembakaran protein oleh tubuh pun-hanya memberikan energi kurang dari 10 persen dari yang kita butuhkan. Protein antara lain dihasilkan oleh daging, ikan, ayam, putih telur dan sebagainya. Dan tidak disarankan utuk membawa mie instans.
6.Packing:
Kenyamanan membawa ransel juga tergantung pada pengepakan barang di dalamnya. Ada beberapa prinsip yang harus dipegang dalam pengepakan:
1. Letakkan barang-barang yang berat di bagian atas dan barang-barang yang ringan di bagian bawah. ini penting dilakukan agar berat seluruh beban jatuh di pundak, bukan di pinggang atau punggung.
2. Bagilah berat itu secara merata di sebelah kiri dan kanan, jangan menyiksa salah satu bahu dengan berat yang tak seimbang.
3. Letakkan barang-barang yang dibutuhkan dalam perjalanan di bagian atas.
4. Manfaatkan ruangan yang ada seefektif mungkin.
7.Anggaran Biaya:
Anggaran biaya harus dirinci secara detail, maka diperlukan salah satu dari tim yang bisa mengatur keluar masuknya uang. Selain pemasukan dan pengeluaran perlu dicantumkan juga dana tidak terduga.
III. SKENARIO OPERASI
1. Peta Lintasan:
Peta ini memberikan informasi tentang jalur lintasan yang digunakan, shelter peristirahatan dan tempat camp. Dicantumkan juga tempat dimana terdapat sumber air , daerah-daerah yang berbahaya dan kendala-kendala yang mungkin terjadi selama perjalanan.
2. Jalur Evakuasi:
Jalur evakuasi adalah jalur jang digunakan untuk membawa korban .apabila terjadi kecelakaan dalam kegiatan alam bebas. Dimana jalur tersebut dapat ditempuh dalam waktu sesingkat mungkin mencapai tempat penanganan selanjutnya terhadap korban.
3. Perhitungan Waktu:
Berdasarkan peta lintasan dibuat rincian waktu yang digunakan selama perjalanan mulai dari berangkat, kembali dan lama perjalanan. Diperhitungkan juga waktu istirahat dan camp.
IV. LAPORAN PERJALANAN
Laporan perjalanan memuat semua hasil perjalanan yang telah dilakukan. Dan yang paling penting dari laporan perjalanan adalah evaluasi dari perjalanan tersebut sehingga kita dapat belajar dari kesalahan apabila kita akan melakukan perjalanan lagi.
Dalam penyusunan rencana perjalanan harus diperhatikan beberapa hal penting yang mencakup:
1. Tempat Tujuan:
Mencari informasi tentang tujuan perjalanan merupakan tahap paling awal sebelum melakukan perjalanan. Informasi bisa kita dapat melalui literatur, media massa, penduduk setempat dan orang yang pernah melakukan perjalanan ke tempat tersebut. Adapun informasi yang perlu didapatkan adalah:
1. Rute-rute yang ada, dan mempertimbangkan rute mana yang akan dipilih.
2. Keadaan medan, struktur geologi serta hambatan-hambatan yang mungkin timbul, misalnya: air, gas racun, pasir apung dan lain-lain.
3. Keadaan flora dan fauna yang ada.
2. Waktu Perjalanan:
Memperkirakan waktu perjalanan perlu dilakukan. Ini terutama berguna untuk mempersiapkan makanan. Dan yang perlu diperhatikan lagi adalah keadaan musim dan cuaca pada saat itu.
3. Anggota/Peserta:
Selain memilih anggota dalam perjalanan, yang perlu diperhatikan juga adalah pembagian kerja tim dan sebuah kerjasama yang solid. Karena kerjasama yang baik merupakan faktor yang menentukan keberhasilan perjalanan tersebut.
II. PERSIAPAN PERJALANAN
1. Mental dan Fisik:
Kondisi mental yang baik mutlak diperlukan dalam sebuah perjalanan. Kondisi fisik harus sesuai dengan standar perjalanan yang dihadapi. Latihan-latihan fisik yang teratur adalah upaya yang paling tepat dalam rangka standarisasi sebuah perjalanan. Dan perlu diperhatikan juga adalah proses aklimatisasi (penyesuaian suhu tubuh terhadap lingkungan), karena seringkali sebuah perjalanan di alam terbuka akan berhadapan dengan suhu lingkungan yang ekstrim.
2. Pengetahuan dan Ketrampilan:
Setiap anggota tim harus menguasai pengetahuan dasar hidup di alam terbuka, antara lain navigasi, survival dan pertolongan pertama pada gawat darurat. Jika perjalanan yang dipilih adalah pendakian maka harus dikuasai pengetahuan mountaineering.
3. Administrasi:
Surat-menyurat yang diperlukan dalam perjalanan kegiatan alam bebas antara lain: 1. Surat pengantar dari lembaga terkait, misalnya surat tugas dari Dekanat atau Rektorat. 2. Surat ijin kegiatan (Kepolisian dan Sospol) 3. Surat ijin masuk kawasan.
4. Peralatan:
Persiapan perlengkapan merupakan awal perjalanan itu sendiri. Perlengkapan kegiatan alam bebas umumnya memang mahal, tetapi ini wajar karena perlengkapan itu adalah pelindung keselamatan. Alam terbuka merupakan lingkungan yang asing bagi organ tubuh kita. Karena itu diperlukan perlengkapan yang memadai agar mampu hidup di lingkungan yang baru.
5. Makanan:
Dua unsur gizi merupakan sumber tenaga paling utama adalah hidrat arang dan zat lemak. Hidrat arang memegang peranan penting, sebab jumlah tenaga yang dihasilkan pada waktu pembakaran tubuh per liter oksigen jauh lebih besar daripada jumlah tenaga yang dihasilkan dari pembakaran zat lemak, makanan itu misalnya:
dapat diperoleh antara lain dari beras, susu, gula-gula, coklat dan sebagainya.
Pembakaran lemak menjadi kalori juga berjalan lambat, sehingga ada baiknya memakan makanan yang mengandung banyak lemak pada pagi hari agar menghasilkan kalori ketika dibutuhkan di siang hari, makanan itu misalnya:
lemak daging, mentega, keju, kuning telur, kacang dan lain-lain.
Adapun protein, untuk pendaki gunung sebaiknya tidak disuguhkan dalam kadar yang tinggi. Protein yang berlebihan menyebabkan amonia dan asam amino banyak tertimbun di dalam darah sehingga cepat menimbulkan rasa lelah. Amonia dan asam amino yang berlebihan tadi menyebabkan banyak kencing, sehingga cairan banyak yang hilang. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi (kehilangan cairan pada sel-sel tubuh) dan lejar panas (heat exhaustion). Proses pembakaran protein oleh tubuh pun-hanya memberikan energi kurang dari 10 persen dari yang kita butuhkan. Protein antara lain dihasilkan oleh daging, ikan, ayam, putih telur dan sebagainya. Dan tidak disarankan utuk membawa mie instans.
6.Packing:
Kenyamanan membawa ransel juga tergantung pada pengepakan barang di dalamnya. Ada beberapa prinsip yang harus dipegang dalam pengepakan:
1. Letakkan barang-barang yang berat di bagian atas dan barang-barang yang ringan di bagian bawah. ini penting dilakukan agar berat seluruh beban jatuh di pundak, bukan di pinggang atau punggung.
2. Bagilah berat itu secara merata di sebelah kiri dan kanan, jangan menyiksa salah satu bahu dengan berat yang tak seimbang.
3. Letakkan barang-barang yang dibutuhkan dalam perjalanan di bagian atas.
4. Manfaatkan ruangan yang ada seefektif mungkin.
7.Anggaran Biaya:
Anggaran biaya harus dirinci secara detail, maka diperlukan salah satu dari tim yang bisa mengatur keluar masuknya uang. Selain pemasukan dan pengeluaran perlu dicantumkan juga dana tidak terduga.
III. SKENARIO OPERASI
1. Peta Lintasan:
Peta ini memberikan informasi tentang jalur lintasan yang digunakan, shelter peristirahatan dan tempat camp. Dicantumkan juga tempat dimana terdapat sumber air , daerah-daerah yang berbahaya dan kendala-kendala yang mungkin terjadi selama perjalanan.
2. Jalur Evakuasi:
Jalur evakuasi adalah jalur jang digunakan untuk membawa korban .apabila terjadi kecelakaan dalam kegiatan alam bebas. Dimana jalur tersebut dapat ditempuh dalam waktu sesingkat mungkin mencapai tempat penanganan selanjutnya terhadap korban.
3. Perhitungan Waktu:
Berdasarkan peta lintasan dibuat rincian waktu yang digunakan selama perjalanan mulai dari berangkat, kembali dan lama perjalanan. Diperhitungkan juga waktu istirahat dan camp.
IV. LAPORAN PERJALANAN
Laporan perjalanan memuat semua hasil perjalanan yang telah dilakukan. Dan yang paling penting dari laporan perjalanan adalah evaluasi dari perjalanan tersebut sehingga kita dapat belajar dari kesalahan apabila kita akan melakukan perjalanan lagi.